Sabtu, 24 September 2011

Tak Ada yang Sia-sia

Hampir 2 minggu terakhir konsentrasi saya menjalankan homeschooling terpecah. Satu fokus utama tetap kepada anak-anak, tetapi saya juga harus mempersiapkan sebuah acara kecil yang cukup membuat 'kacau' jadwal belajar kami. Bahkan si 1 tahun sering protes saat saya terlalu lama, menurutnya, bertelepon/ber SMS ria.



Sampai beberapa hari menjelang acara tersebut, saya sempat berpikir akan berpikir ulang lagi bila mengadakan acara serupa, karena rutinitas belajar-bermain kami jadi cukup terganggu. Wow! siapa saya? he he he.....sampai saya sadari justru kesempatam seperti inilah yang jarang bagi anak-anak. "Belajar mengorganisasi sesuatu", anak-anak memperhatikan saya menyiapkan ini-itu, membuat daftar, rapat, menjawab pertanyaan-pertanyaan, dan lain-lain. Bukan homeschooler namanya kalau tidak bisa memanfaatkan 'peristiwa'. Maka, anak-anak pun belajar bagaimana mengelola sebuah acara, berbagi tugas, menyusun jadwal, sampai menyiapkan perlengkapan. "Kenapa harus Ibu yang membawa ini? (maksudnya keperluan acara)", kata Si Sulung. "Karena Ibu dan ibu-ibu yang lain sudah berbagi tugas, dan kami sudah sepakat.

Manakah yang lebih berkesan bagi anak-anak, belajar PKn bab Musyawarah Mufakat, atau belajar langsung dan melihat langsung apa yang disebut musyawarah mufakat itu? Saya pikir anak saya lebih suka pengalaman langsung. Beberapa hal yang saya pikir dia tidak tahu, ternyata dia bisa menjelaskan cukup baik. Saya sendiri sampai lupa kapan saya menjelaskan hal tersebut. Demikian juga 'pelajaran' nya kali ini, Entah dia sudah cukup mengerti atau belum saat ini, suatu saat nanti akan ada hasil yang tampak. Menanam buah membutuhkan waktu cukup lama untuk menunggu panennya, apalagi jika menanamnya dari biji. Tak ada pengajaran yang sia-sia. Yang perlu kita lakukan adalah memberikan kesempatan, ruang belajar dan pemenuhan rasa ingin tahu anak-anak sejelas-jelasnya sesuai usia dan kebutuhannya.

Akhirnya saya lega, hampir saja melewatkan kesempatan ini. Cara berpikir, tentang terminologi 'belajar' saya memang perlu direvisi. Belajar bukanlah duduk manis-tangan dilipat di atas meja, lalu mendengarkan pelajaran. Belajar juga bisa berarti belajar dari apa yang terjadi dari kehidupan. Allohu A'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar