Senin, 30 April 2012

Kau Sudah Siap, Nak!

Beberapa pekan ini Aisyah terlihat senang mencorat-coret, membuka-buka buku, membaca dengan mengarang, tekun mengisi lembar kerja hasil coretan kakaknya. Ya, dia telah siap memulai Homeschooling nya. Yang saya maksudkan, dia mulai siap memasuki babak baru perjalanan belajarnya.





Sejak bayi sampai usia 4 tahun dia saya biarkan bermain-sambil-belajar. Memilih kegiatan sesukanya, minim intervensi. Saat saya mulai melihat dia telah ingin bisa membaca dan menulis seperti kakaknya saya menyodorkan beberapa buku yang mendukungnya. Ya, secara implisit dia mengatakan bahwa dia ingin bisa membaca. Beberapa buku dia 'baca', kadang-kadang alurnya benar, sering juga ngaco, membuat saya sakit perut mendengarnya.

Bagaimana saya memulai Homeschooling buat Aisyah? tentu bukan dengan tes. Saya mulai membelikannya majalah anak-anak. di dalam majalah tersebut memang masih lebih banyak gambar dibandingkan bacaannya. Saya memilih majalah karena Aisyah termasuk gampang bosan. Di saat rasa ingin belajarnya timbul, satu bundel kertas kerja bisa habis sehari. Di saat tidak semangat, dia tak akan menyentuhnya sama sekali.Maka saya memilih majalah yang isinya bervariasi mulai dari belajar berhitung, menghafal, mengenal kosakata, mewarnai, dan sebagainya.

Walaupun Homeschooling Aisyah dimulai, prinsip dasar HS kami tetap kami pegang, yaitu belajar berdasarkan minat anak. Jadi, saya tidak menyediakan waktu khusus untuk belajar, hanya saja, belajar membacanya segera dimulai. Lucunya, sebelum bisa membaca, dia sudah bisa menulis beberapa huruf, berbanding terbalik dengan si kakak. Di sinilah uniknya HS, bisa menerima tipe anak dengan gaya belajar mereka masing-masing. Orang tua lah yang harus peka dan tak bosan mencoba berbagai cara dan metode sampai menemukan yang 'pas' untuk anak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar